Latest Games :

Sponsor

Warangka Keris

Minggu, 06 September 2009 | 0 komentar

Warangka Keris

Beberapa Model Warangka Keris Jawa

Di bawah ini :
Warangka Ladrang Surakarta
Bahan Kayu : Cendana



Di bawah ini :
Warangka Gayaman Surakarta



Di bawah ini :
Warangka Gayaman Surakarta dengan Selut



Di bawah ini :
Warangka Branggah Yogyakarta



Dibawah ini :
Warangka Gayaman Yogyakarta
Bahan Kayu : Awar-awar

Continue Reading

Kirim Doa

| 0 komentar

Kirim Doa

Salam Sejahtera Para Pecinta Budaya,

Sudah terlalu lama saya memiliki unek-unek (Pemikiran) untuk membagikan beberapa pengalaman tentang Kepedulian kita kepada para pembuat Pusaka nan adi luhung khususnya Tosan aji (keris, Tombak , Pedang dan Sejenisnya). Beliau sudah wafat beberapa tahun yang lalu bahkan beberapa ratus tahun yang lalu hanya karya beliau yang selama ini kita nikmati, kita miliki dan kita banggakan.

Namun kadang kita lupa kepada pembuatnya yang rela hasil karya dan buah pikirannya dimiliki dan dipamerkan serta kadang dicela oleh seseorang. Beliau sang empu tidak tidak rela jika hasil karyanya dipergunakan untuk sesuatu yang jahat atau buruk, walau tanpa kita sadari kita kadang melakukan hal tersebut.

Dengan keiklasan, kita dapat mengirimkan Doa kepada Beliau-beliau Sang Empu pembuat keris kita agar segala amal dan ibadahnya diterima disisi Tuhan YME, dan Tuhan Mengampuni Segala Dosa-dosanya, bagaimanapun juga Empu adalah manusia yang pernah berbuat dosa.

Nah dari sini ada satu cara yaitu dengan Mengirikan Doa kepada Beliau. Ada yang melakukannya dengan Selamatan, ada juga yang melakukan dengan membaca Surat Al-Fatikhah yang ditujukan kepada Beliau Sang Empu Pembuat Pusaka Kita. Cara kedua ini yang sering saya lakukan.

Adapun tata caranya :
1. Keluarkan Keris Dari warangkanya
2. Beri Penghormatan dengan meletakkan di sebelah kanan telinga kita selama 5 detik saja
3. Pusaka Diberi minyak pusaka (cendana atau melati atau sesuai selera)
4. Kirim doa
a. Khususon ilaruhi Sang Empu Pembuat Pusaka (nama Pusaka).. Al-Fathikah 1X
b. Khususon ilaruhi Pemesan dan Pemilik Pusaka Pertama Kali…. Al-Fathikah 1X
c. Khususon ilaruhi Bapak dan Ibu ..... Al-Fathikah 1X
d. Khususon ilaruhi Keluarga Saya ………….…. Al-Fathikah 1X
e. Khususon ilaruhi (nama sendiri) yang akan meneruskan merawat pusaka …. Al-Fathikah 1X


Cara ini yang selama ini saya lakukan untuk mengirimkan doa dan meminta berkah kepada Allah SWT, agar Pusaka ini nantinya membawa berkah bagi saya Pribadi, Keluarga, Pembuatnya, Pemilik pertamanya dan Semua orang disekeliling kita.

Semoga Bermanfaat
© Kerisdanuri, VI, 2009
Continue Reading

Keris Tindih

| 0 komentar

Keris Tindih

Salah satu jenis keris yang biasa dipakai untuk meredam kekuatan keris yang lain agar tidak menyerang atau membahayakan pemilik keris dan keluarganya .

Kepercayaan yang ada dimasyarakat bahwa mereka belom merasa aman memiliki bebrapa keris jika belom memeiliki keris tindih. Keris yang biasa dijadikan tindih adalah keris-keris tangguh Tua dan biasanya berdapur Bethok. Dari pemahaman tentang keris tindih ini menyebabkan banyak sekali Keris – keris Aspal (asli tapi palsu) yang menyerupai keris Tangguh bethok tersebut.

Dari pengalaman bahwa keris tindih itu tidak harus bertangguh Kuno (Budo / Singasari) tapi bisa juga tangguh2 setelah tangguh tersebutnya. Perlu dimengerti terlebih dahulu bahwa keris tindih ini berfungsi untuk melindungi diri pemilik keris dan keluarganya dari mara bahaya, tidak hanya dari keris tapi juga dari unsur-unsur yang lain yang dapat mengancam kehidupannya.

Nah kalau Keris bethok tidak ada Bisa menggunakan tindih Keris yang lain Misalnya :
1. Keris /tombak/pedang dengan pamor Wengkon, atau pamor tejo kinurung
2. Keris /tombak/pedang dengan Pamor Kelengan
3. Keris dengan pamor yang lain yang memiliki tuah untuk perlindungan diri pemilik keris dan keluarganya
4. Keris dan Tombak dengan Dapur Khusus ang berfungsi untuk perlindungan sebagai contoh Tombak Banyak Angrem

Kenapa berpamor wengkon yang dipilih ?

Karena pamor wengkon ini memiliki memiliki perlambang tuah untuk melindungi pemilik keris dan keluarganya dari mara bahay, dan pamor ini tidak memilih artinya setiap orang dapat cocok memilikinya.

Kenapa berpamor kelengan yang dipilih ?

Karena Keris Kelengan adalah keris yang memiliki perlambang untuk menambah kebijaksanaan dari pemilik keris, apapun amarahnya kalau bertemu dengan kebijaksanaan akan luluh juga. Namun pamor ini bersifat pemilih.

Namun perlu diingat lagi bahwa, Keris yang digunakan untuk Tindih harus cocok dengan pemiliknya, kalau tidak cocok percuma saja.

Semoga bermanfaat
© KerisDanuri, V, 2009
Continue Reading

MENIKMATI KERIS II

Sabtu, 05 September 2009 | 0 komentar

MENIKMATI KERIS II

Disini akan kita ulas menikmati keris dari ricikan keris yang berupa Sogokan.

Sogokan adalah cekungan di bagian sorsoran keris mulai dari dasar keris menuju ke area sorsoran keris, bahkan ada sogokan keris yang sampai diujung keris. Sogokan ini ada dua jenis yaitu sogokan di depan dan sogokan dibelakang. Mengenai bentuk dan gambar sogokan keris dapat dilihat pada detail gambar disini: Http://kerisdanuri.fotopic.net/c1674940.html

Sogokan sebuah keris melambangkan sebuah tujuan dalam kehidupan manusia di dunia, tujuan hidup manusia tersebut bagi yang mau mengakuinya adalah tujuan keduniawian dan tujuan Ukhrowi/Akherat. Namun kadang kita lupa hanya memikirkan tujuan keduniawian saja tanpa memperdulikan tujuan akherat. Tujuan keduniawian itu penting namun jangan sampai melupakan tujuan yang lebih penting yaitu Tujuan Akherat. Kita baru teringat disaat usia kita sudah tua dan tidak mampu berbuat banyak untuk tujuan akherat kita.

Sebagai contoh Keris dapur Kalanadah, keris Luk 5 dengan ricikan Sogokan depan mengisyaratkan kepada manusia bahwa tujuan di dunia ini adalah menerima waktu (kala=waktu nadah=menerima), manusia yang dapat menerima dan memanfaatkan waktu adalah manusia yang akan mendapat kebahagiaan di dunia dan Akherat kelak.

Contoh yang kedua Keris dapur Sumelang Gandring ,Contoh yang kedua dapur Sumelang Gandring ,is lurus dengan Sogokan bagian depan, mengisyaratkan bahwa “ sumelang” =was-was, bingung dan “Gandring”=cinta kepada Tuhan/akhirat, kalau gandrung adalah cinta ke pada dunia (harta/wanita/tahta). Manusia harus was-was tentang cintanya kepada Tuhan, harus memikirkan apa yang bisa dibawa pada saat datang kepada yang Dicintainya (TUHAN), jangan samapai datang ke hadapan Yang dicintai dengan bekal kosong dan kenistaan.
Contoh yang ketiga Keris dapur Kantar, keris Luk 13 dengan sogokan Depan Keris ini mengisyaratkan bahwa siapa nanti yang akan membawa kita kehadapan-NYA, siapa yang mengantarkan Kita pada saat kita menghadap KepadaNya. Siapa yang membimbing kita pada saat kita Menghadap kepadaNya, ilmu kita, guru kita, amal kita, ibadah kita, nabi kita atau siapa ?

Contoh cara menikmati salah satu bagian keris yang berupa sogokan dan Dapur keris diatas mungkin berbeda dari tiap-tiap pecinta keris karena masing-masing memiliki pengetahuan dan pemahaman yang berbeda-beda, intinya jangan sampai melenceng jauh dari norma dan agama yang kita anut.

Nikmat sekali rasanya kita diingatkan oleh sebuah karya nenek moyang kita, kita bisa bayangkan sebegitu hebatnya pemahaman beliau Sang Empu pembuat keris ini dalam memasukkan intisari kehidupan dalam sebuah seni pahat dari metal .

Semoga bermanfaat
©Kerisdanuri, III, 2009
Continue Reading

MENIKMATI KERIS

| 1komentar

MENIKMATI KERIS

Melihat judul diatas mungkin anda merasa curiga, merasa ragu dan mungkin ada rasa yang lain tentang keris. Keris kok dinikmati , hehehehehe
Benar memang, keris adalah sebuah hasil budi dan daya akal budi manusia. Ada keindahan dalam sebuah keris yang dapat dinikmati, kalau anda belom bisa menikmatinya silahkan anda teruskan membaca tulisan ini tapi kalau anda sudah mampu menikmati sebuah keris silahkan saja anda lewati tulisan ini.
Menikmati keris tidak ubahnya seperti menikmati sebuah Buku, kenapa demikian ? ya karena didalam keris terdapat banyak informasi dan ilmu pengetahuan yang dapat kita baca dan nikmati. Hal Apa saja yang dapat dinikmati dalam sebuah keris antara lain :

1. Cerita dari keris itu sendiri
2. Warangka
Continue Reading

KERIS DARI ALAM III

| 0 komentar

KERIS DARI ALAM III

Ada sebuah pengalaman yang unik saat saya berkunjung ke sebuah desa di daerah purwodadi – grobogan jawa tengah, pengalaman in imembuat saya menjadi yakin bahwa pusaka dari alam itu memang benar-benar ada, begini ceritanya :
Dalam sebuah perjalanan ke suatu desa saya bertemu dua orang yang sedang mengali tanah. Sambil beristirahat saya ajak ngobrol dua orang tersebut.

Sedang apa pak ?
Jawabnya sedang menggali tanah
Untuk apa pak ?
Untuk buat sumur

Begitu jawabnya saat aku tanya. Sudah 2 jam berlalu aku masih berada didekat tempat penggalian dua orang tersebut, sampai akhirnya dia menemukan sesuatu dan berkata “Alhamdulillah”, lalu aku tengok dan bertanya ada apa pak ? sebenarnya saya disini ini tidak sedang mengali sumur mas tapi mencari ini, sambil menunjukkan butiran kuning. Apa itu pak ? tanyaku, ini emas dan biasanya disebelah emas ini ada beberapa pusaka dan peninggalan yang lain.

Semakin heran hati ini. Lalu saya tunggu sampai dua orang tersebut selesai dengan pekerjaannya.
Sekitar jam 11.30 WIB dia menyelesaikan pekerjaannya dan mulai menutup lobang tadi dengan timbunan tanah yang ada disekitarnya.
Sambil membawa kain putih hasil dari penggalian tadi aku bertanya : Apa itu pak…. ?
Ini hasil dari penggalian tadi mas, ada tombak, ada kapak, ada emas , ada liontin dan manik-manik.
Lalu aku meminta untuk berkunjung ke rumahnya dan dia memperbolehkan.

Sambil terheran-heran saya berjalan mengikuti dua orang tersebut menuju rumahnya. Sesampainya disana aku jadi heran lagi dirumahnya banyak sekali benda-benda jaman budha yang sudah ngak berbentuk lagi namun ada juga yang masih utuh, ada tombak, kapak, bendo, peralatan memasak jaman budha dan beberapa keris.

Akhir nya dia bercerita bahwa dia adalah orang yang sedang mencari emas dari peninggalan jaman budha. Dengan berbekal ilmu titen dia bisa mengenali suatu tempat itu ada benda pusaka dan emasnya.
Semoga cerita ini dapat menambah inspirasi bagi rekan-rekan perkerisan bahwa pusaka dari alam itu ada dan kebetulan saya sudah membuktikannya sendiri.

Semoga bermanfaat
© Kerisdanuri, III, 2009
Continue Reading

KERIS DARI ALAM II

| 0 komentar

KERIS DARI ALAM II

Dalam kasus yang lain Teman satu desa didaerah Demak bercerita kepada saya, dia manemukan sebuah keris di satu malam. Dia menuturkan saat akan menghadiri suatu acara di berjalan disebuah ladang tembakau, kemudian ada cahaya kuning kebiru-biruan melesat melewati temen saya tersebut disertai suara ledakan seperti suara petasan, suasana yang tadinya terang jadi gelap gulita kembali. Dia mencium bau seperti belerang setelah mendengar suara ledakan tersebut, lalu di mencari sesuatu tempat jatuhnya benda tersebut dan ketemu, kemudian dia bawa pulang.

satu Malam selanjutnya di bermimpi ditemui seorang kakek dan berpesan agar benda tersebut diberikan kepada seseorang yang akan datang kerumahnya pada sore hari. Benar sore hari ada seorang pria datang menanyakan benda yang jatuh tersebut dan kemudian teman saya memberikan benda tersebut. Kemudian orang tersebut memberi imbalan kepada teman saya.

Dari cerita teman saya ini kemudian saya mengambil kesimpulan bahwa :

1. Keris dari alam itu memang benar-benar ada.
2. Dengan usaha dan bimbingan yang benar seseorang dapat mengambil keris/Pusaka dari alam Atas ijin Tuhan YME.
3. Ciri-ciri Pusaka dari alam yang akan keluar dari alam Goib ke alam nyata akan antara lain ada sinar/cahaya dan suara serta bau dari hasil gesekan energy Pusaka tersebut.
4. Pusaka yang keluar dari alam selalu melilih orang untuk memilikinya, jadi tidak sembarang orang dapat memilikinya walau punya kekuatan dan kemampuan (Contoh : Dukun Cilik Ponari)
5. Pusaka yang dari alam sebagian besar pusaka Tayuhan.

Semoga bermanfaat
© Keris Danuri, II, 2009
Continue Reading

Keris Dari Alam

| 0 komentar

Keris Dari Alam

Keris dari alam adalah sebuah misteri yang selama ini masih menyelimuti peminat keris di nusantara, banyak sekali yang masih mempercayai dengan berbagai macam alasan namun ada juga yang tidak percaya 100% dengan proses kepemilikan keris dengan cara ini.
Penulis sendiri belum pernah membuktikan cara pengambilan keris dari alam ini namun pernah mendengar dan melihat berbagai macam hasil keris yang didapat dari proses ini. Jujur saja Penulis waktu pertama kali senang dengan keris ini memang arahnya ke proses pengambilan dari alam, disamping caranya instan dan yang lebih menyenangkan itu bumbu dongengnya dari mereka para ahli yang katanya dapat mengambil keris dari alam.

Siapa yang tidak tergiur keris Nogososro berlapis emas berlian dapat diambil hanya dengan biaya 5 juta rupiah ?
atau keris singo barong dengan biaya pengambilan 1,5 juta rupiah ?

Singkat cerita Penulis menyanggupi pengambilan keris Nogo sosro dengan biaya 5 juta rupiah tersbut, namun sebelum penulis melakukan transaksi penulis diberi tahu oleh seorang teman kuliah yang juga pecinta budaya keris agar berkonsultasi dengan seseorang di semarang tepatnya di daerah Kaliwiru. Saya coba untuk berkunjung ke saudara tersebut. Saya ceritakan maksud dan tujuan kedatangan saya tersebut kepada teman di kaliwiru dengan tegas dia MELARANG saya dan meminta agar membatalkan proses penarikan tersebut. Saya sebenarnya tidak senang dengan Sikap teman kaliwiru ini namun kemudian dia membawa saya ke Gudang dibelakang rumahnya yang didalamnya penuh dengan Pusaka dan berbagai macam benda antik hasil dari proses penarikan. Dia bercerita seluruh pusaka yang diambilnya ini tidak ada gunanya dan tidak dapat diuangkan kembali, samuanya barang baru atau yang ia sebut barang aspal (asli tetapi Palsu), dan kalau keris itu tua keadaanya sudah rusak tinggal 50%-60% . Dia mengaku menghabiskan uang hampir 75 Juta untuk proses penarikan tersebut. Akhirnya saya tertegun dan hanya bisa memandang benda-benda didalam gedung tersebut dengan hati sedih.

Dia berpesan “kalau mau mencari pusaka alangkah baiknya anda membeli dari seseorang yang memilikinya, lurah, camat atau orang-orang terpandang dipedesaan. Keris yang baik selalu berada pada orang yang mengerti tentang keris. Ingatlah Selalu” .

Dari bekal teman Kaliwiru tersebut saya kemudian membatalkan proses penarikan Keris Nogo sosro berlapis emas berlian, dan mulai mencari dan membeli keris dari desa dan orang-orang yang paham tentang keris, benar kata teman kaliwiru tersebut setelah selang bebrapa tahun terbukti saya mampu mendapatkan keris ASLI dan Bagus, walau bukan keris nogo sosro, hehehehe .

Bersambung …………………………..

Semoga Bermanfaat.
(C) Kerisdanuri,II, 2009
Continue Reading

Membeli Keris

| 0 komentar

Membeli Keris

Sering kita melihat atau mendengar adanya transaksi keris dari satu orang ke orang yang lain, transaksi ini dalam dunia perkerisan diistilahkan dengan nama mas kawin / mahar, begitu lembut dan santunnya para nenek moyang kita menghargai keris senilai dengan anaknya sendiri.

Begitu banyaknya keris yang beredar dipasaran dari mulai keris yang bermutu rendah sampai berkwalitas tinggi dapat dengan mudah kita dapatkan. Nah dari sinilah kemudan timbul beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pecinta keris sebelum membeli / melakukan mas kawin pada salah satu keris (Berhati-hati sebelum membeli), diantaranya :

1. Meneliti keris dengan seksama
2. Mengukur nilai keris dengan melihat garap dan kwalitas bahan-bahannya
3. Meneliti si Penjualnya, Pemakai (orang Rumahan), Penjual, Kolektor, Perantara, Paranormal atau orang yang tidak tahu keris
4. Mengukur kekuatan budget

Penjelasannya :

1. Meneliti keris dengan seksama
Sebelum membeli keris hendaknya teliti dahulu bilah keris tersebut mulai dari ujung, sorsoran, pesi, ganja, kembang kacang dan ornament lainnya. Apakah ada yang tidak beres atau ada yang kurang atau tidak ? jika keris tersebut lengkap kemudian telitilah “tua” atau “muda” mengikuti artikel sebelumnya.

2. Mengukur nilai keris dengan melihat garap dan kwalitas bahan-bahannya
Garap sebuah keris adalah salah satu hal yang menjadi tolok ukur sebuah harga keris, semakin cermat, teliti, rapi dan indah garap sebuah keris akan menjadikannya semakin mahal. Garap ini dapat dilihat dari ricikan, pamornya, warangka dan kelengkapan keris lainnya. Keris yang bermutu rendah pastilah berharga rendah namun harga ini bisa menjadi tinggi jika sang penjual adalah seorang ahli pendongeng keris, dengan mengaku-akukan sebuah keris milik salah satu pangeran maka harga keris tersebut kemudian dinaikkan. Para pecinta keris yang suka akan dongeng-dongeng inilah yang sering tertipu, maklum saja yang dibeli adalah dongengnya bukan kwalitas garapnya.

3. Meneliti si Penjualnya, Pemakai (orang Rumahan), Pedagang, Kolektor, Perantara, Paranormal atau orang yang tidak tahu keris
• Dari sisi si penjual kita akan dapat membedakan sekali kelas keris yang akan dijual. Sebagai contoh keris yang dimiliki oleh orang rumahan sebagai benda warisan biasanya tidak tahu-menahu masalah harga, mereka hanya memperkirakan dengan nilai mas kawin seperti yang diceritakan kakek atau buyutnya. Dulu keris ini dibeli dengan dua ekor kerbau, jadi mas kawinnya sekarang 15 juta. Namun ada juga yang tidak tahu harga keris dan menjualnya seperti barang rosokan.
• Seorang pedagang keris, biasanya memiliki lebih dari satu keris, dari kelas rendah sampai kelas bagus, disini yang kadang seorang pedagang keris juga ahli dalam hal dongeng mendongeng. Hal ini tetap sama untuk menaikkan harga keris tersebut
• Seorang kolektor keris, ya kadang seorang kolektor menjual beberapa koleksinya, tapi perlu hati-hati. Biasanya keris yang dijual kolektor ini adalah keris yang tidak lolos seleksi oleh kolektor yang bersangkutan. Kalau ada keris yang bagus pastilah masih dia simpan sendiri, dan biasanya dia berani banting harga jika kita mengetahui kelemahan dari keris yang dijualnya tersebut. Kolektor sudah mulai pandai dan beralih ke keris-keris yang mapan dan berkualitas
• Seorang perantara keris, biasanya menawarkan keris dengan menaikkan harga keris tersebut jauh diatas harga dari yang punya, walau ada juga yang terang-terangan meminta komisi 10 % dari nilai transaksi. Perantara ini biasanya mengetahui dan paham keris sehingga pandai juga mendongeng tentang keris.
• Seorang yg tidak tahu keris, biasanya membawa keris yang tidak diketahui kualitasnya, kadang keris kuningan dia kira keris beneran, namun kadang juga keris bagus dijual dengan harga yang murah.

4. Mengukur kekuatan budget
Ini langkah terakhir dalam membeli keris, kalau budget kita tidak memnuhi untuk sebuah keris tidak perlu dipaksakan, bisa-bisa malah menganggu ekonomi keluarga, hehehehehe. Ingat selalu membeli keris lebih mudah dari pada menjualnya, apalagi keris yang kita beli adalah keris kelas menengah kebawah, sudah pasti susah dicarikan pembelinya.

Semoga bermanfaat
(c) Kerisdanuri, II, 2009
Continue Reading

Keris Dari Alam

| 0 komentar

Keris Dari Alam

Keris dari alam adalah sebuah misteri yang selama ini masih menyelimuti peminat keris di nusantara, banyak sekali yang masih mempercayai dengan berbagai macam alasan namun ada juga yang tidak percaya 100% dengan proses kepemilikan keris dengan cara ini.
Penulis sendiri belum pernah membuktikan cara pengambilan keris dari alam ini namun pernah mendengar dan melihat berbagai macam hasil keris yang didapat dari proses ini. Jujur saja Penulis waktu pertama kali senang dengan keris ini memang arahnya ke proses pengambilan dari alam, disamping caranya instan dan yang lebih menyenangkan itu bumbu dongengnya dari mereka para ahli yang katanya dapat mengambil keris dari alam.

Siapa yang tidak tergiur keris Nogososro berlapis emas berlian dapat diambil hanya dengan biaya 5 juta rupiah ?
atau keris singo barong dengan biaya pengambilan 1,5 juta rupiah ?

Singkat cerita Penulis menyanggupi pengambilan keris Nogo sosro dengan biaya 5 juta rupiah tersbut, namun sebelum penulis melakukan transaksi penulis diberi tahu oleh seorang teman kuliah yang juga pecinta budaya keris agar berkonsultasi dengan seseorang di semarang tepatnya di daerah Kaliwiru. Saya coba untuk berkunjung ke saudara tersebut. Saya ceritakan maksud dan tujuan kedatangan saya tersebut kepada teman di kaliwiru dengan tegas dia MELARANG saya dan meminta agar membatalkan proses penarikan tersebut. Saya sebenarnya tidak senang dengan Sikap teman kaliwiru ini namun kemudian dia membawa saya ke Gudang dibelakang rumahnya yang didalamnya penuh dengan Pusaka dan berbagai macam benda antik hasil dari proses penarikan. Dia bercerita seluruh pusaka yang diambilnya ini tidak ada gunanya dan tidak dapat diuangkan kembali, samuanya barang baru atau yang ia sebut barang aspal (asli tetapi Palsu), dan kalau keris itu tua keadaanya sudah rusak tinggal 50%-60% . Dia mengaku menghabiskan uang hampir 75 Juta untuk proses penarikan tersebut. Akhirnya saya tertegun dan hanya bisa memandang benda-benda didalam gedung tersebut dengan hati sedih.

Dia berpesan “kalau mau mencari pusaka alangkah baiknya anda membeli dari seseorang yang memilikinya, lurah, camat atau orang-orang terpandang dipedesaan. Keris yang baik selalu berada pada orang yang mengerti tentang keris. Ingatlah Selalu” .

Dari bekal teman Kaliwiru tersebut saya kemudian membatalkan proses penarikan Keris Nogo sosro berlapis emas berlian, dan mulai mencari dan membeli keris dari desa dan orang-orang yang paham tentang keris, benar kata teman kaliwiru tersebut setelah selang bebrapa tahun terbukti saya mampu mendapatkan keris ASLI dan Bagus, walau bukan keris nogo sosro, hehehehe .

Bersambung …………………………..

Semoga Bermanfaat.
(C) Kerisdanuri,II, 2009
Continue Reading

KERIS YANG BAIK

| 0 komentar

KERIS YANG BAIK

Semakin kita mempelajari dan menggeluti budaya keris semakin kita akan terus menikmati indahnya petualangan-petualangan yang berhubungan dengan keris tersebut . Kenapa menikmati indahnya pengalaman padahal kadang kita mendapatkan sebuah pengalaman pahit dalam mendapatkan sebuah keris, ?

Benar sekali, saat ini memang pahit tapi nantinya pengalaman itu bisa menjadikan kita semakin pandai dan sulit untuk ditandinggi, disinilah letak nikmat dan indahnya pengalaman itu.
Dari proses perburuan sebuah keris kita akan mendapatkan keris yang kita perkirakan keris yang baik. Maksudnya keris yang baik adalah keris yang sesuai dengan selera kita.

• Ada yang berselera keris dari sisi isi atau tuahnya,
• ada yang dari sisi garapnya,
• ada yang dari sisi pamornya atau
• ada juga yang dari sisi mitos semata. Karena terinspirasi oleh

suatu hal maka dicarilah sebuah keris dari hasil inspirasi tersebut atau membuat sebuah dapur keris berdasarkan inspirasi yang telah diterimanya.

Nah dari sini kita akan mengetahui perbuatan kita ini setelah 5 atau 10 tahun kemudian setelah kita mengetahui budaya keris dengan baik dan benar. Ternyata keris yang dulu diburu sampai keujung pulau hanya sebuah keris biasa pada umumnya, dan bukan sebuah keris yang baik.

Terus seperti apa keris yang baik itu ?

Mudah jawabannya,

1. Keris yang baik bagi seseorang adalah keris yang cocok dan bermanfaat bagi pemilik keris, ini jika kita lihat dari sisi isoteri keris
2. Keris yang baik adalah keris yang mengikuti pakem perkerisan, garap, ukuran, ketelitian, keseimbangan, pamornya, kandungan besi, baja dan pasikutannya, ini jika kita lihat dari sisi perhitungannya atau eksoteri

Nah dari dua jawaban diatas akhirnya tinggal si pemilik keris itu sendiri ingin memiliki keris yang baik yang seperti apa ?
Alangkah baiknya kedua jawaban tersebut dipakai sebagai ukuran dalam mencari dan memiliki sebuah keris, keris harus benar dari sisi eksoteri dan cocok dari sisi isoteri. Akhirnya kita akan mendapatkan sebuah keris yang baik secara Garap dan cocok berdasarkan isi atau tayuhannya.

Semoga bermanfaat.
© Kerisdanuri , II, 2009
Continue Reading

Keris Dari Masa Ke Masa

| 1komentar

Keris Dari Masa Ke Masa

Perjalanan perkerisan di Indonesia atau yang cakupan luasnya di Nusantara telah melalui berbagai macam proses dan perjalanan yang panjang, jauh sebelum nenek moyang kita mengenal budaya keris di Negara dan bangsa lain sudah mengenal senjata untuk pertahan diri yang berbentuk tombak, belati dan pedang.

Sejak jaman prasejarah (Jaman Batu) nenek moyang kita sudah mengenal senjata untuk mempertahankan diri berupa senjata gengam yang berasal dari batu (Kapak genggam Kapak persegi, Kapak lonjong, mata panah ), kemudian berkembang lebih lanjut pada jaman logam (jaman Perunggu) persenjataan ini berupa mata tombak yang terbuat dari logam.(Kapak Perunggu/kapak sepatu/kapak corong ) .
(sumber:http://members.tripod.com/~mputantular/arkeolog.html)

Kemudian peralatan ini terus berubah fungsi dan mulai awal masehi berbagai macam seni dan budaya mulai berkembang, peralatan yang tadinya sebagai alat berburu dan mempertahankan diri sudah mulai berubah fungsi sebagai sarana upacara dan kelengkapan adat istiadat dan pada masa itu pula sudah mulai muncul prototype keris puncaknya pada jaman Budha, seperti yang kita kenal sekarang ini ada Bethok Budha dan Jalak Budha. Pada masa itu hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memiliki keris / atau yang lebih dikenal pusaka.

Perkembangan keris mulai meningkat lagi pada masa kerajaan Jenggala, Singasari dan Kediri puncaknya pada jaman Majapahit. Pada jaman ini keris mulai meluas tidak hanya ditanah jawa saja tapi jauh samapai di Thailand dan Philipina atau mungkin malah samai juga ke negeri china.

Setelah runtuhnya kerajaan Majapahit dan mulai bermunculan kerajaan Islam di tanah Jawa seperti Demak, Pajang dan Mataram kebudayaan keris masih berkembang dan mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo hal ini disebabkan semua penduduk atau masyarakat biasa diperbolehkan untuk memiliki senjata dan pusaka. Strategi ini juga yang dipakai beliau mengambil simpati rakyat untuk bersatu melawan Belanda. Rakyat dengan senang hati memesan beberapa keris kepada Empu yang mereka kenal. Pada masa ini sebagai masa keemasan budaya perkerisan di Nusantara.

Sampai akhirnya pada tahun 2005 Keris diakui dunia internasional (UNESCO) sebagai The Third Masterpieces of the Oral and Ingtangible Heritages of Humanity. Atau warisan budaya lisan dan kasatmata yang berguna bagi kemajuan kemanusiaan. Perkembangan keris mulai meningkat, banyak para peminat keris dari bangsa lain yang ingin ikut menikmati keindahan budaya keris tersebut . Namun diantara mereka banyak yang merasa tertipu mendapatkan keris asli tetapi baru, bahkan ada yang sampai berhenti total dan tidak minat lagi pada keris gara-gara merasa kecewa. Mungkin ini salah mereka juga tidak mau belajar keris dahulu secara baik dan benar sebelum membeli keris, hehehehe. Mungkin pesan ini berguna juga bagi para peminat keris pemula agar belajar dahulu kepada para sepuh dan ahli perkerisan baru kemudian membeli keris yang sesuai.

Budaya keris Indonesia sudah menjadi budaya dunia, kita tidak dapat lagi membendung keinginan dan minat mereka (para pecinta keris dari luar negeri) untuk ikut menikmati keindahan dan keistimewaan keris-keris kita, walau sebenarnya mereka sudah minat jauh sebelum deklarasi dari PBB tersebut. Kalau jaman dahulu para sesepuh berpesan bahwa keris itu harus disingitkan, disengker (disimpan dan disembunyikan) sekarang mungkin tidak sesuai lagi (jamannya sudah open source). Jaman sudah berubah, dan perubahan ini harusnya membawa pada kemakmuran budaya keris bukan sebaliknya. Sebuah budaya jika diakui oleh banyak pihak/orang/Negara maka budaya tersebut akan menjadi kuat dan menjadi budaya dunia. Dan akhirnya budaya tersebut tidak akan pernah mati, akan sangat berbeda jika sebuah budaya hanya dimiliki oleh segelintir orang dan akhirnya akan hilang bersama hilangnya manusia yang memilikinya tersebut.

Orang luar negeri ikut menikmati keris kita, silahkan saja…… !

Hanya saja yang harus selalu diingat, semakin banyak keris-keris sepuh/tua yang keluar negeri maka akan semakin berkurang asset budaya keris itu sendiri, alangkah baiknya mereka para pemerhati keris diluar negeri hanya diperbolehkan memiliki keris putran dari sebuah keris sepuh/tua, ini yang seharusnya dipahami oleh mereka yang berbisnis dalam dunia perkerisan di Indonesia, agar semakin lestari dan ngremboko(berkembang) budaya perkerisan di Nusantara tanpa melupakan untuk menjaga dan memeliharanya.

Semoga bermanfaat…..
© KerisDanuri, I, 2009
Continue Reading

Keris Baru 2

| 0 komentar

Keris Baru 2

Sebuah keris baru apakah memiliki daya, aura, yoni atau kekuatan?
Apa jawaban anda pertama kali mendapat pertanyaan diatas ? pastilah jawaban anda “keris baru pastilah tidak ada daya, aura, yoni atau kekuatannya”
Sebelum menguraikan benar dan tidaknya jawaban anda maka kita ketahui dahulu beberapa keris baru seperti pada tulisan saya terdahulu, tentang “Keris Isi dan kosong” , keris terbagi menjadi beberapa kategori diantaranya :
1. Keris Souvenir : Keris yang sengaja dibuat untuk hadiah pada seseorang atau untuk diperdagangkan dalam dunia luas, keris ini biasanya dibuat sederhana atau juga ada yang dibuat indah dan sangat menarik, namun isi atau tuahnya tidak ada. Keris-keris model ini biasa dibuat oleh pengrajin dan bukannya seorang Empu Keris. Dalam sehari seorang pengrajin keris ini dapat membuat 15 sampai 20 buah dan biasa diperjualbelikan sebagai barang Souvenir.
2. Keris Ageman : suatu keris yang hanya menonjolkan keindahan bentuk atau model keris tersebut. Keris yang demikian ini tidak ada isinya karena Sang Empu pada saat membuat keris tanpa melakukan tapa brata dan upacara-upacara tertentu. . Dalam sehari seorang Empu keris ini dapat membuat 3 sampai 5 buah.
3. Keris Tayuhan : Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu melalui upacara-upacara khusus, biasanya pada jaman dahulu ada seseorang yang memesan Keris pada seorang Empu untuk suatu keperluan, untuk kewibawaan, memudahkan dapat rejeki atau juga untuk penolak bala. Kemudian sang Empu membuat keris sesuai keinginan dari pemesannya dan tentu saja keris tersebut memiliki tuah atau isi sesuai keinginan dari sang empu. Biasanya Keris model ini sederhana tapi ada juga yang dibuat indah dan menarik. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 5 buah.
4. Keris Pusaka : Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu keris yang memiliki ciri – ciri indah dan memiliki tayuhan. Tentu saja pada saat pembuatan melakukan upacara-upacara khusus agar keris tersebut bertuah. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 2 buah saja.
Kilas balik, Pada jaman Majapahit seorang Satria memesan sebuah Keris pada seorang Empu, dengan sebuah tujuan dan keinginan agar keris tersebut dapat cocok dan meningkatkan karir serta ketentraman, kemudian sang Empu menyanggupi dan membuat sebuah dapur keris sesuai pesanan dari Satria tadi. Akhirnya selesai pada waktu yang ditetapkan, sebuah keris baru buatan Empu diberikan kepada Satria. Ya SEBUAH KERIS BARU pada masa itu. Gmana pendapat anda tentang keris baru tersebut ?
Dan jika di jaman ini ada sebuah keris baru yang dibuat oleh sang Empu pada masa kini dengan garap masa kini juga serta dengan tata cara seperti Empu pada jaman Majapahit tersebut , apakah kita akan menolak keris baru tersebut ?
Akhirnya dapat kita bedakan keris baru yang buatan Empu dengan keris baru buatan pengrajin. Kedua ahli keris diatas memiliki perbedaan antara lain :

1. Seorang Empu membuat berbagai ricikan keris dengan cermat dan teliti (Ricikan pada Bilah, Ricikan pada Ganja dan Ricikan pada Pesi)
2. Seorang Empu membuat pamor pada keris dengan cermat dan teliti tanpa ada yang Mis atau salah
3. Seorang Empu memilih besi keris berkualitas dan bermutu
4. Pada setiap sisi keris menjadi tajamnya keris dan pasti tajam, jadi tidak ada bagian keris yang tidak tajam.
5. Keris buatan empu diberi warangka yang baik dan dengan kayu pilihan.
6. Biasanya seorang Empu minggalkan satu identitas sebagai cirri khas empu tersebut, jika anda cermat pasti dapat menemukannya.

Semoga bermanfaat
Copyrigth © Kerisdanuri, I,2009
Continue Reading

Keris Baru

| 0 komentar

Keris Baru

Melihat judul diatas mungkin akan terbayang dibenak kita sebuah keris yang dibuat pada masa kini dan dikemas dalam bentuk meniru ciri khas keris-keris lama dan terkenal. Keris baru adalah sebuah dilema bagi para pecinta keris tangguh tua, yang selalu mendambakan keris tua dan sepuh dengan ricikan yang cermat dan lengkap serta utuh. Bahkan para pecinta keris pemula berhenti total gara-gara seringnya keblondrok (bahasa jawa) atau tertipu dengan keris baru yang dituakan. Itu semua adalah dinamika perkerisan nusantara, dari dulu sampai sekarang dan masa yang akan datang munculnya keris baru tidak akan pernah berhenti baik yang dibuat oleh EMPU, oleh Pande ataupun oleh pengrajin keris.

Sebenarnya semua ini berpulang kepada para pecinta keris itu sendiri, kalau sebuah keris yang baru itu indah dan garapnya cermat kenapa tidak ? dan kenapa ditolak untuk dikoleksi ? bukankah mengkoleksi keris itu karena keindahan dan budayanya ?
Keris baru jaman sekarang cukup banyak garapnya indah dan perhitungannya tidak kalah cermat dengan keris sepuh, hanya kalah dalam hal usia dan mitos saja. Namun jika kita cermati hal ini menunjukkan adanya para perajin, pande atau bahkan empu – empu muda dan terampil yang muncul dan perlu kita dukung kelestariannya. Jika kita selalu memilih keris tua maka para perajin, pande atau bahkan empu – empu muda kita ini akan membuat keris-keris baru yang dituakan sesuai dengan yang kita pilih dan kita senangi, inilah mata rantai yang selama ini terjadi.

Namun jika kita juga sadar bahwa keris baru itu juga punya nilai, indah, cermat garapannya maka apresiasi keris itu sendiri dan pembuatnya juga akan sadar untuk membuat keris dengan ciri khas sendiri yang sebenarnya juga indah dan layak kita jadikan koleksi.
Jadi yang membuat para pengrajin keris menjadi “nakal” , ya karena ulah kita juga yang selalu menyenangi keris tua.
Ada beberapa acuan dalam meneliti sebuah keris Sepuh (Tua), diantaranya adalah :

1. SLOROK BAJA, meneliti ada tidaknya slorok baja, untuk keris tangguh setelah majapahit slorok baja kelihatan cukup jelas slorok ini bisa berwarna unggu, hijau atau abu-abu berada diseluruh tepi bilah dan slorok ini sebagai tajamnya besi. Untuk keris baru yang berkualitas dan dibuat dengan tehnik tempa yang baik akan keluar slorok baja ini. untuk pejelasan in bisa melihat beberapa contoh disini: http://kerisdanuri.fotopic.net/c1655009.html

2. SEPUHAN, meneliti ada tidaknya sepuhan pada bilah keris, keris-keris tua biasanya terdapat sepuhan untuk menguatkan bilah keris tersebut. pada sebuah keris yang dilakukan penyepuhan akan terlihat sekali perbedaan warna pada area bilah yg dilakukan penyepuhan dan yang tidak dilakukan penyepuhan dan biasanya sepuh ini dilakukan pada bagian bilah mulai dari ujung bilah dengan panjang 1/4, 1/2. atau sepanjang ¾ bilah , jarang sekali ada keris yang disepuh seluruhnya.

3. LAPISAN BESI, BAJA DAN PAMOR , meneliti ada tidaknya lapisan baja, besi dan pamor, keris sepuh atau tua pasti dibuat dengan tehnik tempa yang benar masing-masing unsur (besi, baja dan Pamor) dibuat berlapis-lapis. Jadi sebuah keris tua besi harus berlapis, pamor harus berlapis dan baja juga harus berlapis.

4. GRADASI WARNA, dari ketiga acuan diatas akan dapat diperoleh adanya gradasi warna kemudian bandingkan keris yg asli dari jamannya dengan keris yg dicurigai baru. Jika memiliki sebuah keris tua / sepuh dan benar-benar asli tua bisa membandingkan bilah dan gradasi warna pada keris tersebut namun dengan catatan kedua keris di warangi dengan kualitas yang sama sebab ada jenis warangan tua, muda, dan setengah setengah tua, hal ini juga akan berpengaruh sekali pada gradasi warna yang terjadi pada bilah keris. Perhatikan Model ganja, gandik, blumbangan dan ricikan yang lain apa sesuai atau apa ada yang tidak sesuai. Perlu diingat Para pembuat keris aspal (keris baru yang dituakan) juga pandai, mereka membuat keris yang benar-benar mirip dengan aslinya, detail sekecil apapun akan mereka buat untuk menyamai keris yang Tua dan asli.

5. TAYUH, Jika keempat cara diatas masih ragu perlu dilakukan cara yang telah diwariskan leluhur kita yaitu dengan cara ditayuh. cara ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, ada yang mengukur energi keris tersebut pada saat dipegang, ada yang perlu dengan meletakkan keris tersebut dibawah bantal pada saat tidur.

Bersambung.........

Semoga bermanfaat
(C) Kerisdanuri, XII,2008
Continue Reading

Buku Keris

| 0 komentar

Buku Keris


Untuk belajar keris diperlukan beberapa buku pegangan :

sebagai contoh buku Ensiklopedi Keris

Ensiklopedi Keris adalah salah satu karya masterpiece terakhir dari Bambang Harsrinuksmo, seorang ilmuwan keris Indonesia sejati.

Data Ensiklopedi Keris:

Judul Ensiklopedi Keris
Penulis/Penyusun: Bambang Harsrinuksmo
Desain Kulit: Bambang Harsrinuksmo
Foto: S. Lumintu, Pandita, Bambang Harsri Irawan, Aditya Wikrama, Hardiono HB, dan Sudjojo Tanto
Ilustrasi Grafis: Bambang Harsrinuksmo, Waloejo Ds, Stanley Hendrawidjaja
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Jl. Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270
Cetakan I: Januari 2004
ISBN: 979-22-0649-3
Percetakan: PT. Ikrar Mandiriabadi, Jakarta

Kontributor Utama:
S. Lumintu – Yogyakarta

Kontributor:
H. Abd. Ramli – Palembang
Hardiono HB – Surabaya
Achmad Ubbe – Ujungpandang
H. Ab. Karim Hj. Achmad – Brunei Darussalam
H. Hasyim Ad. – Banda Aceh
J.B. Basuki – Surakarta

Peninjau Naskah:
Stanley Hendrawidjaja
Jimmy Harianto

Secara khusus terima kasih Penyusun ucapkan kepada:

Haryono Haryoguritno, Ir.
Wiradat Harjowidjojo, Ir. SE
Muhammad Husodo Pringgokusumo, KRT (Alm.)
Pudjadi Sukarno, Ir.
Haryatno Pringgosaputro, R.
Brotohadi Soemadijo, Ir.
Naskah Bambang Harsrinuskmo yang telah diterbitkan:
Cara Praktis Merawat Keris (1981)
Dapur Keris (1984)
Pamor Keris (1985)
Tanya Jawab Soal Keris (1986)
Ilmu Pernapasan Jawa (1988)
Ensiklopedi Budaya Nasional (1988)
Sumantri dan Sukasrana (1989)
Pijat dan Urut Cara Jawa (1990)
Imut, Hantu Budiman (1990)
Rama Bargawa (1993)
Ensiklopedi Wayang Indonesia (1998)

Naskah Bambang Harsrinuksmo lain yang telah siap dalam bentuk naskah:
Ukiran dan Hulu Keris (1994)
Warangka dan Sarung Keris (1994)
Etika dalam Dunia Perkerisan
Cerita dan Legenda dalam Budaya Keris
Sinta, Derita Sejak Lahir Hingga Ajal
Rahwana, Bukan Salah Bunda Mengandung
Dapur Keris Dilengkapi Gambar & Tinjauan Esoteri Budaya Keris
Pedoman Memilih Keris yang Baik dan Cocok

Sumber: Ensiklopedi Keris , http://www.geocities.com/javakeris/enskeris.htm
Continue Reading

Proses Transformasi Daya Pusaka ke Pemilik Pusaka

| 0 komentar

Proses Transformasi Daya Pusaka ke Pemilik Pusaka

Setiap pusaka khususnya keris dan tombak pusaka tayuhan memiliki Energi atau yang sering disebut dengan istilah Yoni, aura, isi atau khodam dan sejenisnya. Namun isi disini bukan berupa makluk tetapi energi atau daya.
Tanpa kita sadari jika kita mempunyai dan merawat pusaka khususnya keris dan tombak maka akan terjadi proses transformasi energi pusaka ke pemilik pusaka, perpindahan ini melewati beberapa tahapan yang waktunya relative tergantung dari keahlian si pemilik keris itu sendiri, tahapan tersut diantaranya :

1. Saat kita mendapat keris, energi kita cocok dengan energi keris hanya saja energi kita dibawah energi keris tersebut namun ada juga energi kita sejajar atau juga diatas energi keris tersebut sehingga proses transformasi ini langsung menuju pada proses nomor 3
2. kemudian keris mengolah energi kita agar sejajar dengan energi keris tersebut, proses ini biasanya memberikan beberapa efek kepada si pemilik keris ada yang kuat dan ada juga yang tidak kuat, jika kuat maka akan berlanjut ke tingkat selanjutnya namun jika tidak kuat keris tersebut akan mencari orang yang bisa sesuai dan cocok dengan energi keris tersebut. Tanda-tanda efek ini bermacam-macam ada yang menimbulkan panas, dingin, semangat, loyo, pemarah, pendiam, arif dan lain sebagainya.
3. Setelah sejajar dan sama dengan energi keris maka keris sudah mulai menyatu dengan pemiliknya
4. Kemudian keris mengangkat energi pemilik keris ini keudara dan keris sudah benar-benar menyatu dengan manusia. Tugas keris sudah selesai karena daya yang ada pada keris sudah disalin atau dicopy kepemilik keris.
5. Pada proses ini jika keris kemudian dijual atau dimaharkan atau hilang maka proses selanjutnya akan kembali kemanusia itu sendiri, apakah manusia mampu menyimpan daya keris itu ataupun tidak.

Benar dan tidaknya, silahkan anda mencoba dan buktikan sendiri…..

Semoga bermanfaat
(C) Kerisdanuri, XII,2008
Continue Reading

BESI DI ALQURAN

| 0 komentar

BESI DI ALQURAN

Memiliki keris akan dapat menjadi musyrik dan syirik jika kita memandang keris secara salah, mungkin kita percaya akan kehebatan keris yang mampu membuat kaya, mampu membuat aman, mampu membuat bahagia dan melupakan kekuasaan Allah SWT.

Cara pandang yang salah seperti diatas harus kita perbaiki sejalan dengan Perintah Allah dalam surah AL. Hadid ayat. 25

Al Hadid secara harfiah aritnya besi, dan surat ini dinamakan dengan Al Hadid karena dalam ayat 25 dari 29 ayat di surat Al Hadid ini, Allah menyebutkan secara eksplisit tentang besi ini, “Kami turunkan besi, dan pada besi itu ada kekuatan yang sangat dahsyat dan banyak sekali manfaat-manfaatnya bagi manusia”, sayangnya walaupun yang pertama kali diingatkan adalah orang yang beriman, ternyata dikemudian hari yang lebih pandai menggunakan dan memanfaatkan besi itu yaitu orang-orang non muslim, setelah mereka berinteraksi dengan masyarakat Islam pada abad pertengahan, dan jadilah ayat ini pun sebagai sebuah teguran bagaimana ilmu kauli perlu diperdalam untuk meralisasikan pemanfaatan besi bagi kehidupan manusia.

Seorang ilmuwan terkenal yang menjadi pembicara dalam seminar ‘Mukjizat Ilmiah al-Qur’an al-Karim’, DR Strogh yang juga begitu tersohor di kalangan Badan Antariksa Amerika, NASA mengatakan, “Kami telah melakukan berbagai penelitian terhadap sejumlah barang tambang bumi dan sejumlah penelitian laboratorium. Namun hanya satu jenis barang tambang yang sangat membingungkan para ilmuan, yaitu besi. Dari sisi kapasitasnya, besi memiliki bentuk (struktur) yang unik. Agar elektron-elektron dan nitron-nitron dapat menyatu dalam unsur besi maka ia butuh energi yang luar biasa mencapai 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet matahari kita.”
Ini berarti, tidak mungkin besi itu telah terbentuk saat berada di bumi. Pasti ada unsur aneh yang turun ke bumi dimana ia belum terbentuk di sana. Allah SWT berfirman, “Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS.al-Hadid:25)
http://anakshalih.wordpress.com/2007/05/11/rahasia-besi-dalam-al-quran/
(SUMBER: situs berbahasa Arab tentang mukjizat ilmiah al-Qur’an dan as-Sunnah, seperti yang dinukilnya dari buku al-Adillah al-Maaddiyyah ‘Ala Wujuudillaah karya Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi) , alsofwah.or.id
Kesimpulannya :

Allah SWT. Sudah menciptakan besi dengan berbagai kekuatannya, kalau Empu jaman dahulu dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari masing-masing besi berarti sekarang kita tinggal memilih besi-besi yang sesuai dengan diri kita yang berada pada sebuah keris.

Dibawah ini ada beberapa contoh jenis besi menurut empu kuno, Sbb :
• Besi Karangkijang = Energinya dingin dan sabar
• Besi pulosani =manfaatnya untuk kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.
• Besi mangangkang (Wadon / betina) =manfaatnya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.
• Besi Walulin.=manfaatnya yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.
• Besi Katub.= manfaatnya cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.
• Besi Kamboja.=manfaatnya untuk kewibawaan, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.
• Besi Ambal=manfaatnya dapat menarik keris lain.
• Besi Winduaji=manfaatnya untuk keselamatan.
• Besi Tumpang.=manfaatnya untuk kewibawaan dan daya pesona.
• Besi Werani =manfaatnya untuk mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan Sukses dalam kepemerintahan.
• Besi Walangi. =manfaatnya dapat lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.
• Besi Terate.=manfaatnya dicintai oleh wanita, dan keselamatan.

ada juga besi2 yang mempunyai manfaat berlawanan dengan besi diatas.

Seperti halnya jamu yang dibuat oleh seorang ahli jamu, yang berasal dari berbagai macam tanaman yang memiliki fungsi sendiri-sendiri kemudian disatukan untuk sebuah pengobatan suatu penyakit. Keris juga demikian diramu dari berbagai jenis besi yang memiliki fungsi-fungsi tersendiri kemudian disatukan untuk sebuah tujuan bagi pemesannya.

Kalau jamu yang kita minum dapat memberikan efek kepada hidup dan kesehatan kita, keris juga demikian …. Namun perlu waspada dan jangan keliru dengan keris yang tidak diramu dari besi-besi pilihan.

Semoga bermanfaat.
© Kerisdanuri, IX,2008
Continue Reading

KERIS ISI DAN KOSONG

| 0 komentar

KERIS ISI DAN KOSONG

Sering kita mendengar ada salah seorang pemilik keris yang mengatakan keris saya kosong karena sudah tidak terawat atau sebab - sebab yang lainnya, cerita dimasyarakat tentang isi atau tidaknya suatu (keris) memang masih membingungkan, walaupun keris itu dari warisan, pemberian orang, mas kawin atau yang mendapatkan dengan cara-cara lainnya. Para pakar Perkerisan menyebutkan bahwa ada banyak sekali jenis keris yang beredar dimasyarakat, untuk meneliti isi atau tidaknya suatu keris tersebut masih sulit untuk dibuktikan. “Bahwa ada 4 macam kategori keris yang ada di masyarakat diantaranya :

1. Keris Souvenir : Keris yang sengaja dibuat untuk hadiah pada seseorang atau untuk diperdagangkan dalam dunia luas, keris ini biasanya dibuat sederhana atau juga ada yang dibuat indah dan sangat menarik, namun isi atau tuahnya tidak ada. Keris-keris model ini biasa dibuat oleh pengrajin dan bukannya seorang Empu Keris. Dalam sehari seorang pengrajin keris ini dapat membuat 15 sampai 20 buah dan biasa diperjualbelikan sebagai barang Souvenir.

2. Keris Ageman : suatu keris yang hanya menonjolkan keindahan bentuk atau model keris tersebut. Keris yang demikian ini tidak ada isinya karena Sang Empu pada saat membuat keris tanpa melakukan tapa brata dan upacara-upacara tertentu. . Dalam sehari seorang Empu keris ini dapat membuat 3 sampai 5 buah.

3. Keris Tayuhan : Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu melalui upacara-upacara khusus, biasanya pada jaman dahulu ada seseorang yang memesan Keris pada seorang Empu untuk suatu keperluan, untuk kewibawaan, memudahkan dapat rejeki atau juga untuk penolak bala. Kemudian sang Empu membuat keris sesuai keinginan dari pemesannya dan tentu saja keris tersebut memiliki tuah atau isi sesuai keinginan dari sang empu. Biasanya Keris model ini sederhana tapi ada juga yang dibuat indah dan menarik. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 5 buah.

4. Keris Pusaka : Sebuah keris yang dibuat oleh seorang Empu keris yang memiliki ciri – ciri indah dan memiliki tayuhan. Tentu saja pada saat pembuatan melakukan upacara-upacara khusus agar keris tersebut bertuah. Dalam setahun seorang Empu keris dapat membuat 1 atau 2 buah saja.


“ Keris yang berisi tayuhan itu pasti memiliki daya tersendiri bagi yang melihat atau memilikinya, daya isi bisa berupa perwujudan keris itu tampak wingit, galak, demes atau memiliki prabawa tersendiri sedang keris yang tidak berisi pasti tampak biasa tidak ada rasa atau sesuatu dalam perasaan kita”. Bahwa keris yang dulunya dibuat sebagai keris Tayuhan atau keris pusaka kekuatannya tidak dapat hilang, dikarenakan bahan-bahan yang dipakainya saja sudah mengandung tuah. Besinya dicari besi pilihan yang bertuah, pamornya juga demikian sehingga isi dari keris tersebut tidak akan hilang selama perwujudannya masih ada. Secara Logika dapat disamakan dengan besi Magnet, jenis besi ini memang memiliki kekuatan untuk dapat menarik besi, kekuatannya tidak bakal hilang selama unsur-unsur magnetnya masih ada demikian juga Keris, selama unsur besi, Baja dan Pamor masih melekat kekuatan alaminya tidak bakal hilang. Hanya para empu yang mengetahui kekuatan atau daya apa yang terkandung dalam bahan-bahan keris tersebut. Jika ada orang yang dapat mengambil isi keris sebenarnya hanya daya postipnotis (daya saran) yang dilekatkan empu saja yang diambilnya, sedang daya alami dari bahan keris akan tetap ada secara alami.

© Kerisdanuri, VIII,2008
Continue Reading

PAMOR KERIS PEMILIH

| 0 komentar

Pamor keris Pemilih


Sering kita mendengar cerita dimasyarakat tentang orang yang tidak cocok pada keris pusakanya, baik keris dari warisan, pemberian orang, mas kawin atau yang mendapatkan dengan cara-cara lainnya. Ada banyak sekali jenis dari keris yang berpamor pemilih dan berpamor yang kurang baik, hal ini dikarenakan oleh berbagai macam faktor diantaranya :

1. Saat Empu membabar / membuat pusaka konsentrasinya terganggu oleh sesuatu hal sehingga mantra yang seharusnya baik menjadi salah ucap atau tidak sesuai maka mengakibatkan keris tersebut mempunyai tuah yang kurang baik Contohnya : Pusaka Empu Gandring, sebelum keris selesai dibuat sang Empu dibunuh oleh Ken Arok dan mengucapkan kata – kata kutukan yang masuk ke keris tersebut, dan terbukti keris tersebut mempunyai tuah seperti maksud dari kutukan empu Gandring.

2. Pamor Adalah sebuah bentuk ilustrasi atau gambar yang muncul dipermukaan bilah keris, nama-nama pamor sangat banyak dan beragam sesuai bentuk dan kemiripannya dengan alam, sebagai contoh ; Pamor Beras Wutah, Pamor Sasa Sakler, Pamor Blarak Ngirid, Pamor Udan Mas dan lain sebagainya. Terdapat beberapa jenis pamor yang memang mempunyai tuah yang kurang baik antara lain :

Pamor Satria Wirang : membawa kesengsaraan pemiliknya.
Pamor Sujen Nyawa : pusaka ini menginginkan pemiliknya untuk segera meninggal.
Pamor Dengkiling : mempunyai angsar cengkiliing / jahil pada pemiliknya.
Pamor Yoga Pati : angsarnya anak pemilik pusaka sering sakit sakitan.
Pamor Tundung : membuat pemiliknya sering pindah-pindah tempat / usaha.
3. Ada beberapa pusaka yang pemilih, maksudnya pusaka ini hanya cocok pada orang – orang tertentu saja sehingga kalau tidak cocok dengan seseorang yang memilikinya maka akan menjadikan pemiliknya tidak nyaman atau tidak tentram dalam berbagai kehidupan. Pusaka ini biasa tersirat pada pamor atau juga dapur pusakanya. Sebagai contoh sebuah keris dapur Kebo Lajer adalah keris untuk para petani dan peternak maka tidak akan cocok atau tidak sesuai jika dimiliki oleh seorang pejabat, Keris Dapur Sangkelat adalah keris untuk para petinggi tidak akan cocok untuk petani.
4. Pusaka yang sudah cacat atau tidak WUTUH juga mempunyai pengaruh kurang baik pada pemiliknya, seperti pegat waja, pugut / putus , Nyangkem kodok, Randa beser dan sudah terlalu aus sehingga sudah tidak terbentuk lagi sebagai pusaka. Hal ini dapat digambarkan seperti mobil jika remnya sudah tidak ada maka mobil tersebut akan sangat membahayakan bagi yang mengendarainya. Muncul pertanyaan “Keris yang tidak cocok tersebut harus dikemanakan ? “, Bila keris tersebut cacat maka bisa dibetulkan oleh seorang empu dimasa sekarang masih ada empu yang dapat memperbaiki keris yang cacat atau rusak tepatnya di kota Solo atau Jogyakarta, tapi ada juga yang rela keris –keris tersebut dilarung ke sungai tapi ini adalah suatu tindakan yang keliru, karena keris tersebut adalah juga suatu karya yang adiluhung maka sebaiknya diserahkan ke Museum, kalau di Semarang dapat diserahkan ke Museum Rangga warsito yang siap untuk menerima pusaka – pusaka anda yang memiliki ciri-ciri yang kurang baik”. Jika sampai hilang dari nusantara maka untuk studi penelaahan keris akan menemui hambatan sebab banyak keris yang hilang karena dilarung. Walau keris itu Kurang Cocok alangkah baiknya jika diserahkan ke museum, biar negara yang menampung dan merawatnya agar budaya adiluhung kita tidak hilang. Maka jika ingin memiliki pusaka KERIS sebaiknya memperhatikan 3 hal yaitu TANGGUH, SEPUH dan WUTUH seperti yang telah diulas pada episode sebelumnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, semua hasil karya manusia yang gagal atau salah dalam perhitungan, pengerjaan atau perencanaan akibatnya akan dapat membahayakan manusia, jadi tidak hanya keris. Jembatan, rumah, toko, gedung juga memiliki pengaruh yang tidak baik bagi yang menempati atau memiliki jika terdapat kegagalan dalam proses pembuatannya. intinya jika sesuatu hal itu dirancang dan dikerjakan dengan perencanaan yang matang, hati yang baik dan iklas maka hasilnya juga akan baik.

© Kerisdanuri, VIII,2008
Continue Reading

Cocok Tidaknya Keris dengan Pemilik

| 0 komentar

Cocok Tidaknya Keris dengan Pemilik

Setelah memiliki sebuha keris baik dari warisan, pemberian, membeli atau mencari dengan berbagai macam cara, maka muncullah pertanyaan dibenak pemilik keris itu :

“Apakah keris ini cocok dengan saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan keluarga saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan usaha saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan agama saya ?”
“Apakah keris ini cocok dengan istri dan anak-anak saya ?”
mungkin masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang sejenis yang akan muncul ketika keris sudah ditangan.

Bagaimana menjawab pertanyaan diatas ?

Baiklah ada sedikit pengalaman pribadi yang pernah saya alami mungkin dapat dipakai sebagai pembelajaran dan perbandingan.

1. memiliki keris dengan niat pertama nguri-uri (melestarikan) budaya, dengan niat ini maka kita tidak akan terjerumus pada kemusrikan / kesyirikan, karena yang kita nilai dari sebuah keris adalah budayanya bukan dayanya/isinya, jika sebuah keris ada tuahnya , ini terjadi atas ijin ALLAH SWT, kita serahkan kembali kepadaNYa.

2.Keris yang baik akan datang kepada kita lewat berbagai macam cara dengan cara memberi tahu kita disaat tidur atau sedang terjaga (Lewat tayuh), Keris yang datang tidak dengan tayuh dapat dipastikan tidak akan cocok dengan kita atau keris tersebut keris baru bukan sebuah keris tangguh sepuh. Kita harus yakin dan percaya bahwa setiap petunjuk yang baik itu pasti bersumber dari ALLAH SWT, sedang kabar yang jahat dan buruk bersumber dari syaitan.

3. Nah dari Tayuhan yang datang tersebut kita dapat meperkirakan keris tersebut cocok atau tidak dengan kita, keluarga kita, bisnis kita atau orang-orang disekitar kita. kenapa sampai ada tayuh ? jawabnya adalah semua benda dialam ini diciptakan ALLAH untuk dimanfaatkan seluas-luasnya bagi manusia, ada benda-benda yang memiliki daya ada juga yang tidak. jika kita membeli kursi atau meja ditoko dan kemudian dikirimkan ke rumah kita pasti tidak akan ada firasat yang datang kepada kita berhubungan dengan pembelian tersebut. Tapi jika istri kita mengandung anak kita pastilah kita akan diberi petunjuk oleh ALLAH lewat mimpi yang beraneka ragam yang mengisyarkatkan bahwa kita akan diberi Seorang anak atau lebih tepatnya dititipi seorang anak. ini semua kuasa dari ALLAH.
4.setelah keris kita simpan dirumah, perlu dicek apa saja yang terjadi setelah keris itu datang, apakah sering bertengkar dengan anggota keluagra lain, anak sering rewel, tetangga memusuhi, atau pimpinan dan rekan kerja acuh tak acuh dengan kita ? jika ini terjadi berarti keris yang ada tidak sesuai dengan pribadi kita. Namun jika setelah keris itu datang kita jadi rajin sholat, banyak teman yg berkunjung kerumah, banyak saudara yang berkunjung kerumah juga, banyak order penjualan, rekan bisnis kita jadi sayang dan patuh pada kita, anak-anak dirumah patuh dan taat pada kita, ini artinya berkah dari ALLAH SWT datang lewat keris tersebut. dan keris twersbut cocok dengan kita, keluarga, bisnis dan anggota keluarga yg lain.

Bersambung…………….
© Kerisdanuri, VIII,2008
Continue Reading

MEMILIKI KERIS

| 0 komentar

MEMILIKI KERIS

Memiliki sebuah keris memang sangat membangggakan, disamping ikut nguri-uri (bahasa jawa) dan melestarikan budaya yang adi luhung warisan nenek moyang juga menambah dan menumbuhkembangkan semangat mencintai budaya nenek moyang. Memiliki keris yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan memang tidak gampang karena disamping sulit mendapatkannya juga harga yang mahal apalagi kalau keris itu benar-benar keris yang memiliki sejarah yang jelas, keindahan dan karisma yang tinggi. Bagaimana memilih keris yang baik ?, pertanyaan itu yang sering muncul jika kita ingin memiliki keris. Banyak para pecinta keris yang sudah memiliki patokan-patokan sendiri dalam mencari atau memiliki keris salah satunya adalah Tangguh, Wutuh dan Sepuh.

1. Tangguh adalah suatu perkiraan jaman pembuatan keris. Tangguh ditemukan dari meneliti bahan, garap dan motip pamor yang ada pada sebuah keris. Misalnya keris tangguh majapahit besinya hitam, ukuran bilahnya kecil, ganjanya juga kecil manis dan pamornya kecil seperti rambut kemudian untuk keris tangguh Mataram besinya mentah, bentuk bilahnya seperti daun singkong, ganja seperti cicak sedang manangkap mangsa dan pamor penuh atau mubyar sedang keris tangguh pajajaran bercirikan kerisnya tipis, lebar pamornya berkesan ngajih dan besinya kering. Dan juga keris itu jelas asal usulnya, pertama keris itu harus diketahui (diperkirakan buatan) mana, jelas pula siapa pemilik asalnya dan juga perlu dipertanyakan kenapa keris tersebut mau di mas kawinkan . Ada beberapa orang yang teliti sampai mengamati dahulu bagaimana keadaan keluarga pemilik keris tersebut, apakah ia keluarga yang bahagia atau yang berantakan .

2. Wutuh adalah suatu kesan tentang keadaan dari sebuah keris yang masih lengkap bagian-bagiannya, tidak ada yang patah atau keropos yang terlalu parah. Jika sudah keropos atau hilang salah satu bagian keris maka nilai keris tersebut akan menjadi berkurang. Intinya keris yang cacat jangan sampai dipilih, keris yang asal mulanya dibuat indah dan terbuat dari bahan baku pilihan walaupun telah aus biasanya masih tetap terbayang keindahannya. Keris yang dianggap tidak lagi utuh adalah keris yang patah bilahnya, patah kembang kacangnya atau pesinya.

3. Sepuh adalah perikiraan jaman dibuatnya keris adalah benar-benar tua, bukan keris jaman sekarang yang dituakan karena proses kimia. Ciri dari keris itu tua adalah dengan melihat ada tidaknya slorok (batas antara besi dan baja ) pada tiap bilah keris biasanya ada warna yang berbeda batas tersebut berwarna kebiruan atau hijau metalik dan terdapat ditepi bilah sebagai tajamnya keris. Banyak para pecinta keris pemula kadang tidak begitu mengerti tentang slorok ini sehingga sering keliru dalam memilih keris.

4. Kemudian jika ingin mas kawin (membeli) sebuah keris harus diingat ada ilmu untuk mengetahui apakah keris itu cocok dan berjodoh dengan kita atau tidak. Dalam dunia perkerisan ilmu tersebut dinamakan tayuh, banyak cara menayuh salah satunya dengan meletakkan keris dibawah bantal dan tidur sendirian dikamar dengan catatan hati dan pikiran kita harus bersih dan suci serta berdoa kepada Tuhan agar diberikan petunjuk yang baik. Proses kepemilikan sebuah keris bermacam-macam, ada yang lewat warisan orang tua, pemberian sesorang, membeli atau mas kawin dari seseorang atau juga dengan cara-cara yang tertentu dengan meminta ridho dan ijin Tuhan. Semua cara sah-sah saja asal jangan sampai menelantarkan tugas utama dan keluarga. Memiliki keris yang baik memang tidak mudah tetapi kalau berjodoh dengan sedikit dana kita bisa mendapatkan keris yang istimewa dan cocok dengan hati kita. Akan lebih baik jika kita memilih keris dengan acuan seni dan keindahannya, walau keris itu muda tetapi seni garap dan keindahannya melebihi keris – keris yang sudah tua apa salahnya kita milikinya, hal ini akan membuktikan cita rasa seni yang tinggi pemiliknya. Jangan sampai kita memiliki dan membeli keris karena tertarik pada cerita sipenjualnya, ini artinya yang kita beli adalah ceritanya dan bukan keindahan atau kualitas kerisnya.

© Kerisdanuri, VIII,2008
Continue Reading

MERAWAT KERIS II

| 0 komentar

PENYIMPANAN KERIS

Sebagai pecinta budaya adi luhung bangsa mungkin kita tidak hanya memiliki satu pusaka keris saja, selain keris mungkin kita juga memiliki tombak, pedang, kudi, tlempak, wedung, menur atau jenis tosan aji yang lain.

Jika keris / tosan aji yang kita miliki sudah cukup banyak maka perlu suatu tempat khusus untuk menampungnya sebagai tempat penyimpanan, mungkin almari khusus, ruang kamar khusus atau juga rumah khusus. Penyimpanan dilakukan sedemikian rupa dan diposisikan agar yang tangguhnya paling tua berada diposisi paling atas hal ini dimaksudkan untuk menghormati empu pembuat keris tersebut. (jika itu sebuah pusaka kuno pasti dibuat oleh Eyangnya empu jaman sekarang, alangkah baiknya jika pusaka beliau ditempatkan diposisi paling atas sebagai simbol penghormatan kepada Empu sesepuh)

Kemudian jika anda mampu mengecek energi keris atau tombak tersebut, bisa juga anda kelompokan berdasar energinya, Yang panas diklompokkan sendiri, yang dingin dikelompokkan sendiri hal ini dimaksudkan agar tidak ada benturan energi yang terjadi yang bisa mengurangi keamanan diri anda.

Jika kebetulan anda memiliki pusaka yang selaras dengan hati dan batin maka pusaka ini dapat anda simpan tersendiri, namun jangan ditempatkan dikamar utama tempat kita dan istri kita tidur. Hal ini dimaksudkan agar keris sebagai benda tajam ini tidak membahayakan kita disaat kita sedang tertidur atau disaat kita sedang terbawa amarah.

Bersambung ..................
© Kerisdanuri, IX,2008
Continue Reading

MERAWAT KERIS

| 0 komentar

MERAWAT KERIS

Pastilah semua orang yang mengenal budaya jawa khususnya Keris akan mengetahui bagaimana tata cara merawat keris yang benar sehingga keris sebagai pusaka akan tetap awet dan terawat dengan baik.

Namun ada juga yang hanya mengenal tehnik dan tata cara perawatan keris ini hanya sepenggal-sepenggal sehingga antara perawatan dan pelestarian budaya menjadi saling bertentangan. Merawat Keris yang benar adalah yang seperti dilakukan oleh keraton, baik dari Surakarta maupun Yogyakarta.

Perawatan Keris :

1. Keris dibersihkan tiap satu tahun sekali, hal ini seperti yang dilakukan pihak keraton, bisa dilakukan pada bulan Besar, Sura atau Maulud, atau juga bulan yang lain yang anda sukai, ini tergantung dari kepercayaan kita masing-masing. Pembersihan ini secara menyeluruh baik eksoteri maupun isoteri. Pembersihan ini dimaksudkan agar selama satu tahun penyimpanan keris ditempat kita jika mungkin ada karat yang menempel maka harus segera dibersihkan dan dihilangkan agar tidak merusak keris tersebut. proses ini bisa mulai dari mutih kemudian mewarangi dan memiyaki keris, namun jika keris tidak berkarat maka cukup dibilas dengan air bersih lalu dikeringkan dan diminyaki kembali.
2. Keris dibersihkan tiap bulan sekali dengan cara mengolesi bilah keris dengan minyak yang bebas dari alkhohol. hal ini dimaksudkan agar sumber karat yang melekat pada besi keris hilang. Jenis minyak dapat menggunakan campuran dari minyak cendana, melati dan kenanga atau sesuai selera masing-masing.
3. Menyimpan keris yang benar didalam rumah harus juga memperhatikan beberapa hal, seperti tinggi tempat penyimpanan, lembab tidaknya tempat penyimpanan dan cocok tidaknya tempat penyimpanan. Kenapa tempat penyimpanan harus tinggi ? hal ini dimaksudkan agar anak-anak kita tidak dengan mudah menjangkaunya, bagaimanapun juga keris adalah benda tajam yang berbahaya.

BERSAMBUNG………………
© Kerisdanuri, VIII,2008
Continue Reading

Koleksi 1

Selasa, 01 September 2009 | 0 komentar

Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Keris Danuri - All Rights Reserved
2f016ac01447bc5e2791db846bd4c1a464a1cb408c46b79ba0
Proudly powered by Blogger