Latest Games :

Sponsor

Mengenang Semangat Empu Paku Rodji

Selasa, 20 September 2011 | 0 komentar

(Photo : tempointeraktif.com)

Dunia perkerisan Jawa berduka. Salah satu mpu pembuat pusaka asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Paku Rodji, 59 tahun, tutup usia. Paku Rodji merupakan keturunan ke-16 dari empu di zaman Majapahit akhir, Supodriyo. “Bapak meninggal dunia kemarin (Sabtu, 4 Juni 2011) pagi sekitar pukul 08.30 WIB saat sedang ngikir (mengasah) keris di belakang rumah,” tutur anak ketiga Paku Rodji, Teguh Budi Santoso, kepada Tempo, Minggu, 5 Juni 2011.

Paku Rodji tinggal di Dusun Brangkal, Desa Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Almarhum meninggalkan seorang isteri, Binti Khususiyah, dan empat orang putera. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sederhana, bijak, dan bersahaja. Jenazah almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di belakang masjid kuno Tegalrejo, Desa Semen, Kecamatan Nguntoronadi, yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Paku Rodji diyakini sebagai keturunan mpu zaman Majapahit akhir. “Berdasarkan catatan keluarga, bapak memang masih keturunan ke-16 dari Mpu Supodriyo yang hidup semasa zaman Majapahit akhir,” tambah anak sulung Paku Rodji, Muhamad Andi Hartanto. Mpu zaman Majapahit diyakini turun temurun hingga melahirkan keturunan yang tinggal di Magetan. Dalam dunia perkerisan, mpu yang tinggal di Magetan disebut dengan istilah mpu era Mageti. “Bapak merupakan mpu Mageti keempat,” tandas Andi yang cukup lama belajar sejarah perkerisan.

Mpu era Mageti I sebelumnya dipegang Ki Guno Sasmito Utomo, keturunan ke-13 dari Supodriyo (Ki Supo). Ki Guno merupakan pembuat keris yang menjadi senjata semasa perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah di abad ke-15. Sedangkan Ki Supo pernah membuat dua keris atas permintaan Raden Said (Sunan Kalijaga). Sebagaimana tradisi mpu, trah (keturunan) diturunkan melalui garis keturunan anak kandung. Pasca Ki Guno, trah mpu era Mageti turun ke Imam Mustofa sebagai mpu Mageti II. Dari Imam Mustofa, trah mpu turun ke anaknya, Imam Panani (Imam Syuhadak) sebagai mpu Mageti III. Hingga akhirnya trah mpu Mageti turun ke salah satu anak kandung Imam Panani, Paku Rodji, sebagai mpu Mageti IV. Sebelum Paku Rodji meninggal, anak ketiganya, Teguh, sudah ditunjuk sebagai penerus mpu.

Pusaka karya Paku Rodji yang jadi mpu sejak 1974 itu sudah dikenal luas di dunia perkerisan. Selain keris, Paku Rodji juga membuat pusaka lain seperti tombak, patrem (keris kecil), seking (badik), dan cincin. “Keris itu jadikan pikukuh (pegangan) sebagai perantara kita mendekatkan diri kepada Allah. Jangan malah sirik. Kekuatan itu datangnya dari Allah,” begitu pesan terakhir Paku Rodji kepada Tempo saat ditemui beberapa waktu lalu sebelum meninggal.

Selama membuat pusaka, selain menggunakan bahan logam dari pemesan, Paku Rodji mengaku mendapatkan bahan logam besi dari alam yang diperoleh secara gaib. Sebagai mpu, almarhum sangat menjaga kebersihan hati, perilaku, dan pakem pembuatan pusaka ala mpu Jawa.

Sumber :
- http://www.tempo.co/hg/sastra_dan_budaya/2011/06/05/brk,20110605-338714,id.html

Sebagai seorang Pengemar budaya tosan aji saya pribadi sangat kehilangan dengan meninggalnya beliau, seorang empu dengan profile sederhana namun penuh dengan jiwa keiklasan dan ketulusan dalam ikut melestarikan budaya ini. Semoga nama harum Empu-empu Mageti selalu menghiasi khasanah budaya tosan aji di nusantara. Khususon Illa ruhi Empu Paku Rodji .... Al-Fatekah.

Akhirnya semoga pesan beliau " Keris itu jadikan pikukuh (pegangan) sebagai perantara kita mendekatkan diri kepada Allah. Jangan malah sirik. Kekuatan itu datangnya dari Allah" menjadi bekal kita untuk menambah keyakinan dalam mencintai dan melestarikan budaya ini.

Semoga bermanfaat.
KerisDanuri
Continue Reading

Keris Sumelang Gandring

Minggu, 24 Juli 2011 | 0 komentar



Sebuah dapur keris yang masih melegenda dikalangan masyarakat, dikenal luas lewat dongeng pencarian pusaka asli Keris Kyai Sumelang Gandring oleh Empu Supo sebagai perintah raja Majapahit yang kehilangan pusaka hebat tersebut. Sebagai Pusaka, keris ini memeliki ricikan bentuk lurus, dengan sogokan didepan dan sraweyan. Filosofi dari pusaka ini adalah kekawatiraan (Jawa : Sumelang) dan Gandring (Cinta kepada Sang Pencipta) , sebagai perlambang kekawatiran hilangnya Cinta hamba kepada Tuhannya, dalam pengertian dimasa Majapahit sebagai lambang kekawatiran hilangnya Cinta Rakyat kepada Penguasa(raja)nya.
Dalam pemahaman secara pribadi mengadung filosofi bahwa setiap manusia harus selalu khawatir tentang cintanya kepada Sang Pencipta. Cinta kepada Sang pencipta tidak berbeda jauh dengan cinta kita kepada manusia, hal ini dapat diwujudkan dalam beberapa tindakan, antara lain :

1. Selalu mengingat-NYA
2. Selalu ingin memiliki-Nya
3. Selalu ingin bertemu dan dekat dengan-Nya
4. Selalu Menjaga semua yang diberikan-Nya
5. Selalu melindungi semua miliki-Nya
6. Selalu mengerjakan semua keinginan-Nya dan meninggalkan yang tidak disukai-Nya
7. Memberikan apa yang diinginkan-Nya

Cinta yang terdalam sungguh mulia, apalagi jika cinta itu kepada sang pencipta kita. Apa jadinya jika Dia membalas Cinta Kita dengan cinta yang sama yang telah kita berikan………….


Semoga bermanfaat,
© Kerisdanuri, 7, 2011
Continue Reading

Gandik Keris

Selasa, 14 Juni 2011 | 0 komentar

GANDIK :



Gandik Keris PANJIANOM - Tangguh Mataram - Pamor Pedaringan Kebak



Gandik Keris Jalak Nguwung - Tangguh DEmak Majapahit - Pamor Keleng



Gandik Keris Sengkelat - Tangguh Mataram YOgyakarta (HB VI) - Pamor Ngulit Semangka
Continue Reading

Pusaka Empu, Panjak dan Siswa

Kamis, 19 Mei 2011 | 0 komentar

Pusaka Empu, Panjak dan Siswa

Pusaka tosan Aji yang beredar dimasyarakat merupakan hasil karya para ahli metalurgi yang mumpuni. Kerelaan para seniman metalurgi tersebut mencurahkan segala kemampuan baik lahir maupun bathinnya dengan imbalan yang kadang tidak sepantasnya beliau terima. Endingnya dengan sepenuh hati rela hasil karya tersebut dinikmati dan dimiliki oleh orang lain. Kadang nama-nama beliau pembuat dan pencipta sebuah karya metalurgi dilupakan jauh-jauh oleh pemilik generasi berikutnya......

Sedikit menyikapi para ahli metalurgi khususnya Tosan aji dapat dibedakan menjadi 3 kriteria, antara lain :

1. EMPU

2. Panjak

3. Siswa

Ketiga ahli metalurgi tersebut juga membuat Tosan aji, baik keris, tombak , pedang atau yang lainnya. Terlihat jelas perbedaan hasil karyanya, yang akdang-kadang kita sebagai pemerhati tidak pernah memperdulikannya. Perlu diketahui Tidak semua pusaka yang beredar dimasyarakat itu buatan EMPU..... karena secara diam-diam atau terang-terangan, panjak dan siswa pun juga membuatnya.

Nah bagaimana kriteria sebuah pusaka yang benar-benar buatan EMPU itu ? inilah sebuah pertanyaan yang sering saya terima. Rata-rata rekan yang sudah mulai mapan dalam mengkoleksi Pusaka menanyakan hal seperti ini. Tidak mudah memang mengetahui sebuah Tosan aji itu butan empu atau bukan, hanya mereka yang telah lama bergaul dan dengan jeli mepelajari berbagai garap pusaka serta pendalaman rasa yang mapan maka akan dapat mengetahuinya.



bersambung.......

(C) Kerisdanuri, 5,2011
Continue Reading

Perjalanan Pusaka Mageti

Rabu, 27 April 2011 | 0 komentar

Pusaka Mageti merupakan sebuah pusaka yang memiliki karisma tersendiri, berbagai kualitas garap dan seni spiritual tinggi menyelimuti setiap babarannya, dibawah ini sebuah estimasi perjalanan pusaka Mageti semoga dapat menjadi bahan apresiasi bagi para pemerhati untuk lebih dapat melestarikannya.


semoga bermanfaat

(C)Kerisdanuri, 2011
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Keris Danuri - All Rights Reserved
2f016ac01447bc5e2791db846bd4c1a464a1cb408c46b79ba0
Proudly powered by Blogger